Rabu, April 08, 2009

Hari Kartini: Be a Dream Girls!

Ada berbagai tema yang dapat diangkat dalam memperingati Hari Kartini. Salah satu majalah yang menginspirasikan penulis menulis artikel "Be A Dream Girls!" adalah Majalah Swa. Mengusung headline yang menarik: Mengapa Wanita Sulit Mencapai Puncak? Penulis rasa, ini adalah bahasan yang layak diulas.

Terlepas dari gender issue, ternyata yang menyebabkan wanita sulit berkembang adalah melakukan "pembunuhan" terhadap karakter pribadi, menjadi mediocre dalam artian memilih hidup sebagai orang biasa-biasa saja, meskipun mereka memiliki tingkat kecerdasan, pengalaman profesional, dan bahkan potensi di atas kemampuan rata-rata teman-temannya. Ini ditunjukkan dengan pemilihan kegiatan, bacaan, pergaulan/ pertemanan yang tidak mencerminkan potensi mereka. Simaklah pemaparan Swa pada halaman 29:

"Kelemahan lain (yang juga bersumber dari dalam diri wanita) terkait dengan sifat wanita yang secara alami sangat menikmati hubungan antar manusia [...]. Masalahnya, lingkungan pergaulan tidak selamanya baik dan bersifat membangun. Sebagian besar lingkungan pergaulan ini justru lebih senang bergosip ria, berpikiran negatif, pesimistis, atau tak jarang malah suka menertawakan gagasan bagus teman mengobrolnya sendiri.
Sayang sekali, banyak wanita yang menghabiskan hidupnya dalam lingkungan yang secara tak disadari telah membunuh potensi besar yang mereka miliki. [...] Maka, segeralah angkat kaki dari lingkungan pergaulan model begitu."

Simak lagi "brutal fact" sulitnya wanita menjadi CEO:
"dari 398 orang CEO perusahaan yang listed di Bursa Efek Indonesia, hanya 19 orang atau 4,7%. Bahkan wanita yang masuk daftar SWA100 tahun 2008 adalah sebanyak 2%."

Terlepas dari keterbatasan-keterbatasan yang diciptakan maupun tercipta baik secara sadar ataupun tidak: hidup tetaplah merupakan pilihan. Kembali kepada headline "Mengapa Wanita Sulit Mencapai Puncak?" bahwa diantara keterbatasan-keterbatasan yang ada, wanita sendiri lah yang merespon seperti apa/ bagaimana keterbatasan-keterbatasan tersebut disikapi. Memilih untuk sepakat atau tidak sepakat untuk suatu pemecahan masalah adalah kebebasan azasi setiap orang, bukan?

Memiliki ambisi, visi atau impian setidaknya merupakan awal dari "end in mind" setiap manusia, meskipun itu musykil terjadi. Namun setidaknya mulailah bermimpi, Be A Dream Girls: jadilah yang pertama, jadilah pembeda, jadilah yang utama, jadilah yang terbaik!

Semoga tema Hari Kartini di tahun ini tidak hanya menginspirasi kaum wanita tapi juga para pria. Bagaimana dengan anda?

2 komentar:

Dheeneedaily mengatakan...

akan disambung lagi dengan artikel Be a Dream Girls Series:-)

Dheeneedaily mengatakan...

artikel berikut yang masih bertemakan Hari Kartini dapat pembaca lihat di link berikut ini:
http://dheeneedaily.blogspot.com/2010/04/kartini-indonesian-women-megratrend.html

Terimakasih.